beaty vivaldi II

By Unknown   Posted at  06.18   mesin No comments


Saking populernya mesin ini para penggemarnya sampai mendirikan forum khusus untuk membedahLa Spaziale S1 Vivaldi di situs http://s1cafe.com/. Mesin yang anda lihat di sini adalah La Spaziale tipe S1 dengan seri Vivaldi II di antara beberapa model yang sejenis seperti S1 Vivaldi, S1 Rossini yang dilengkapi dengan tangki air, dan Vivaldi seri awal yang  steam wand-nya dilengkapi dengan opsi steam lever dan putar. Mesin yang anda lihat adalah seri terkahir yang merupakan pengembangan dari Vivaldi pertama dengan berbagai fitur tambahan penting seperti pre-infussion yang bisa diprogram, off-set differential untuk suhu air di group head dan  dual manometer untuk tekanan pompa dan boiler. Dipasarkan di Indonesia oleh PT Harvest Coffee Forenity yang juga menjual tipe Spaziale yang lainnya.


Saya tidak pernah bosan untuk mencoba kehebatan mesin La Spaziale, salah datu mesin tangguh dengan reabilitas tinggi baik untuk komersial maupun domestik. Mesin ini dipinjamkan oleh distributornya untuk saya ulas di sini semata karena ingin mengetahui lebih jauh mengenai sistem programmable pre-infusion dan off-set differential-nya yang biasanya terdapat pada mesin kelas atas seperti La Marzocco GS3 yang harganya di atas 50 juta itu.


Jangan lihat bentuknya yang kecil, tapi coba angkat mesin Vivaldi II ini yang punya bobot 30 kilogram saat belum terisi air yang dengan susah payah saya keluarkan sendiri dalam kardusnya. Casing stainless dan plastik fiber-nya yang tebal berwarna merah merupakan ciri khas La Spaziale yang juga terdapat pada mesin kelas komersial mereka. Panel elektronik di bagian depan adalah fitur yang paling menonjol dimana kita bisa mengatur suhu keluaran air pada saat sampai di group head dari mulai 91 hingga 97 derajat celsius atau off-set differential.

Panel elektronik juga dilengkapi dengan programmable dosing, hingga kita bisa mengatur secara otomatis  satu/dua shot sesuai dengan waktu ekstraksi yang kita inginkan. Tombol lain adalah hot water wand, dan tentu saja tombol “boiler” yang bisa mengatur mode “economy” untuk menon-aktifkan steam dan hot water.


Volume atau kekuatan uap dari steam wand dilakukan dengan sistem putar ke arah kanan dengan tombol yang besar dan mudah digerakan. Pada tipe Vivaldi pertama terdapat dua opsi baik yang sistem putar maupun quick steam, tapi sepertinya yang putar lebih menawan dan sangat mudah dioperasikan. Pada ujung steam wand, terdapat empat lubang dengan diameter 1.2mm, dan bisa diganti dengan ukuran yang lebih kecil, 0.4 mm untuk menghasilkan microfoam yang lebih halus.



Seperti biasa portafilter La Spaziale berdiameter 53mm dan mesin ini dilengkapi dengan single dan double shots. Pada bagian tengah bawah terdapat dual manometer untuk melihat tekanan di pompa dan boiler yang sudah di set oleh pabrik. Drip tray cukup leluasa untuk menampung air saat brewing dan flushing.Saya melakukan lima kali shots dan melihat air baru memenuhi setengah dari kapasitasnya.



Instalasi dan Shots Pertama
Hanya memasang pipa ke sumber air dan sambungkan dengan listrik maka mesin dengan kekuatan penuh 2000 wat akan mulai bekerja. Suara pompa rotary-nya yang halus mulai menyedot ke dalam dua boiler yang berukuran 2.5 liter (steam-air panas) dan 0.45 liter untuk keperluan ekstraksi. Pemanasan berlangsung kurang dari 20 menit dan mesin siap untuk digunakan. Sebelumnya kita bisa menentukan berapa suhu air yang dinginkan, default pabrik adalah 93 derajat celsius dan selanjutnya lampu LED akan memberikan petunjuk saat mesin siap digunakan.


Saya menggunakan biji kopi Schibello, grinder Compak K3 Touch, dan tamper dengan sistem dynamometric dari La Spaziale untuk keperluan tulisan ini. Setelah urusan setting grinder selesai, saya mencoba mengukur berat setiap dose dari 8 hingga 10gr dan melihat setiap ekstraksi espresso yang terjadi. Setiap dose dikombinasikan dengan setting grinder dan tamping yang bervariasi, hanya untuk melihat apakah mesin ini tetap bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Misalnya setting grinder yang sangat halus maka digunakan light tamp, demikian pula sebaliknya, berikut pergantian kopi tipe Dolce Strong dan Dolce Black yang mempunyai karakter yang berbeda.


Setiap selesai ekstraksi espresso lampu led di bagian boiler akan berkedip selama beberapa detik untuk kembali mengumpulkan tenaga karena boiler brewing yang memang di desain lebih kecil. Untuk mesin domestik, cycle time tersebut tentu cukup singkat karena kita masih tetap bisa melakukan steam dengan adanya fasilitas dual boiler. Menurut saya tidak terdapat perbedaan signifikan antara shots yang dilakukan dengan Vivaldi II maupun mesin komersian La Spaziale lainnya. Mereka selalu konsisten selama setting grinder dan berbagai ritual lainnya dilakukan dengan benar.

Untuk masalah steam saya tidak usah menjelaskan lebih banyak, di sinilas  La Spziale truly shine … kita bisa mendapatkan hasil microfoam yang apabila jug diputar perlahan saat akan menghilangkan bubble susu akan terlihat seperti cat basah.
Programmable Pre-Infusion
Artinya group head akan dialiri oleh air dan membasahi kopi (puck) dengan interval waktu yang bisa diatur sebelum pompa bekerja dengan memberikan tekanan sebesar 35 psi. Sistem pre-infusion dipercaya oleh para coffee connoiseur akan lebih meningkatkan rasa maupun crema. Pabrikan memperbolehkan pengaturan pre-infusion hingga 8 detik walau saya belum mencoba membedah lebih lanjut fitur penting ini.
Menurut penerawangan saya yang sudah mencoba berbagai mesin, La Spaziale adalah teman yang menyenangkan, tidak rewel, dan selalu memberikan yang terbaik dari sisi build qulity dan tentu saja performance-nya. Vivaldi II adalah mesin yang fun to play with, yang berada dalam ranah domestik, tapi juga bisa digunakan untuk keperluan light commercial. Tentu saja ini hanya pendapat pribadi, dan bilasangat tertarik, anda harus mencobanya sendiri dan membaca berbagai referensi yang seabreg mengenai kehebatan La Spaziale S1 Vivaldi II.

Informasi lebih lanjut bisa di tanyakan ke Frangky Angkawijaya, pada kontak yang sudah saya cantumkan di bawah.
Salam.
* * * * *
Foto2  lainnya :




Jura Impressa X90 Mesin Kopi Praktis

By Unknown   Posted at  06.18   mesin No comments

Jura Impressa X90 : Praktis


Mesin espresso biasanya digolongkan ke dalam tiga golongan, manual, semi otomatis, dan fully automatic. Perbedaan lengkapnya bisa di baca di sini karena terlalu panjang untuk di posting. Gambar di atas adalah mesin espresso super otomatis merek Jura dengan model Impressa X90, harganya 20 juataan ! Tidak seperti mesin manual atau semi automatic, Jura menawarkan kemudahan bagia yang tidak mau report dengan segala ritual membuat espresso. (Lihat posting saya di Kopi Saya Espresso-2). Tinggal pencet, jadilah segelas espresso dengan waktu kurang dari 30 detik.
Saya menyenangi mesin Jura, kecuali harganya :) , tapi saat ini masih lebih menikmati senang ritual pembuatan espresso dari mulai grinding (menggiling kopi), dosing (menuang ke portafilter), hingga tamping (memadatkan dengan tamper), hingga memencet tombol “go”. Semua proses mengasyikan walaupun bagi orang yang tidak terbiasa terlihat agak ribet.

Tanpa di setting pun sebetulnya tidak apa2 karena mesin sudah punya ukuran automatis . Namun bagi yang ingin men-tweak mesinnya, Jura menyediakan fasilitas untuk pengaturan :
  • Volume air per gelas
  • Halus atau kasarnya kopi yang digiling dalam mesin
  • Volume kopi per shot, dan
  • Temperatur kopi yang dinginkan
Selain membuat espresso, mesin ini dilengkapi frothing otomatis untuk menggelembungkan susu saat kita membuat cappucino atau latte. Prosesnya simpel, susu akan disedot dan di froth secara otomatis di dalam mesin.

Hanya dalam hitungan detik espresso sudah mengalir dari mesin karena inilah yang ditawarkan Jura Impressa, kepraktisan dalam membuat espresso ataupun minuman berbasis susu lainnya seperti cappuccino.

Electrolux mesin kopi semi automatic

By Unknown   Posted at  06.13   mesin No comments



“Ngapain minum espresso? Itu kan kopi pahit” Itu komentar teman2 saya kalau pesan kopi ini disebuah resto kopi. Ah, saya sudah kadung cinta dengan espresso, ia sebeanrya tidak pahit, tapi memang disajikan dalam porsi 30ml istilahnya single shot, tapi inilah kopi yang sebenarnya dan saya punya passion tersendiri terhadap jenis minuman ini. Espresso biasa diminum sepanjang hari dan anda harus mencobanya untuk merasakan kenikmatan this real black devil.

Espresso adalah jenis minuman kopi yang dihasilkan dengan cara memberikan tekanan udara melalui sebuah mesin khusus. Menjadi minuman sehari-hari terutama di Italia disajikan dengan atau tanpa gula sesuai selera. (lihat posting saya terdahulu tentang kebiasaan orang Itali nyeruput espresso di sini).
espresso10
Saya tergila-gila dengan espresso gara2 suka melancong ke situs Cofeegeek dan menonton juara dunia barista (ahli penyaji kopi) Paul Basset di kanal TV Discovery Travel & Living. Paul Basset & Coffeegeek mengajarkan bagaimana membuat espresso yang benar bagi para penggemar kopi beserta tips yang sangat berguna seperti bagaimana cara memilih mesin espresso beserta peralatan pendukungnya.

Cita2 saya adalah memiliki mesin espresso Rancilio Silvia dari Itali yang harganya sekitar 500 dolar lebih di luar negeri. Caswell di daerah Kemang menjualnya dengan harga 8.5 jutaan karena harus membayar berbagai pajak import. Namun karena Rancillio lumayan mahal, maka saya harus puas dengan mesin espresso Electrolux yang harganya lebih murah, tapi tetap bisa menghasilkan espresso yang “lumayan” untuk sekedar ngopi di rumah.

Mari kita berkenalan dengan alatnya :
esp.jpg
Ini mesinnya yang sudah setia membuat espresso bertahun-tahun dibeli di Electronic City Jakarta.

Tombol2nya tidak terlalu rumit, yang kiri atas adalah tombol untuk frothing (proses untuk membuat susu mengembang, biasanya digunakan untuk capuccino atau latte) dan membuat espresso. Kiri bawah tombol on/off, sedangkan yang besar di kanan untuk diputar saat membuat kopi (putar kanan) dan frothing (kiri).
esp3.jpg
Yang terakhir adalah tiga ukuran filter, kecil (1/2 gelas), sedang (1 gelas), dan besar (2 gelas). Ini jenis pressurized filter, artinya filter yang tidak cerewet dan selalu bisa menghasilkan espresso dengan resiko kegagalan yang minimal. Mengapa demikian? Mesin espresso seperti Rancilio tidak membuat filter jenis ini, jadi takaran kopi dan proses tamper harus dilakukan secara benar dalam proses pembuatan espresso. Ribet ya ? Tapi bagi saya, ini hobi yang menyenangkan sekaligus mengasyikan.

Karena mesinnya bukan sekelas mesin profesional, maka tamper (untuk menekan kopi) bersatu dengan sendok kopi dan terbuat dari bahan plastik. Kalau mau serius, anda bisa membeli tamper dari bahan alumunium atau stainless dengan harga bervariasi antara 400 ribu ke atas.

Yang di atas disebut dengan portafilter, yaitu alat untuk menempatkan kopi. Gagangnya sekali lagi terbuat dari plastik hinggan cukup ringan. Mesin espresso kelas prosumer  menyertakan portafilter yang terbuat dari bahan stainless berdiameter 53 atau 58mm dan tentu saja lebih berat (450-500 gr)
Posting selanjutnya : praktek membuat espresso dengan mesin ini.

Back to top ↑
Connect with Us

    Popular Posts

© 2013 K O P I K U. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.