Kopi Arabika

By Unknown   Posted at  04.03   arabica No comments

Kopi Arabica


Diperkirakan ada sekitar 350.000 jenis tanaman telah dibudidayakan oleh manusia, termasuk tanaman “jenis kopi” salah satunya.

Kopi arabika memiliki banyak varietas, bergantung dari negara, iklim, dan tanah tempat kopi itu ditanam. Kopi yang berasal dari Brasil dan Etiopia ini menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi lokal semacam Toraja, Mandailing, maupun kopi luar negeri, seperti Kolumbia dan Brasilia, merupakan beberapa varian kopi arabika. Kopi ini memiliki aroma yang wangi, mirip percampuran bunga dan buah. Hidupnya di daerah yang sejuk dan dingin. Arabika juga mempunyai rasa asam yang tidak dimiliki kopi jenis robusta dan rasa kental saat disesap di mulut.

Namun, dibandingkan robusta, arabika rasanya lebih ringan. Sementara,kopi robusta agak kalah pamor ketimbang arabika. Kopi ini hanya menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi ini tersebar di luar Kolumbia, seperti di Indonesia dan Filipina.

Kopi Arabica (Coffea arabica) pertama kali dijelaskan dan diklasifikasikan oleh orang Swedia bernama Carl Linnaeus (Carl von Linné) pada 1753. Namun beberapa data menyatakan, bahwa sebelum Carl Linnaeus, hal mengenai kopi Arabica sudah ada tertulis pada sebuah deskripsi Latin tentang tanaman, meskipun pernyataan tersebut hanya terdiri dari satu kalimat yang berbunyi seperti ini  “Jasminum Arabicum, Lauri folio, cujus femen apudnos deciur kopi” (Jussieu, 1713). Artinya : “Melati Arab, dengan daun sejenis daun salam, bijinya yang kita sebut kopi”.  Jenis Kopi arabika (Coffea arabica) akan tumbuh baik, di daerah berketinggian 700-1700 m (dpl) dengan suhu 16-20°C serta ber-iklim kering tiga bulanan secara berturut-turut. Kopi arabica (Coffea arabica) memang sangat berbeda dengan Kopi Robusta (Coffea canephora) yang dapat tumbuh baik di ketinggian hanya 400-700 m dpl. Dari segi perawatan dan pembudayaan Kopi Arabica juga termasuk “kopi manja” karena butuh perhatian lebih banyak dibanding Kopi Robusta atau jenis kopi lainnya seperti Kopi Ekselsa, Racemosa, dan Liberica (African coffee).  Kopi arabica sangat peka terhadap penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama jika ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m di atas permukaan laut.

Kopi Arabica, aslinya berasal dari Brasil dan Etiopia, kopi tersebut  kini telah menguasai sebahagian besar pasar kopi dunia. Arabika memiliki banyak varietas, tergantung negara, iklim, dan tanah tempat kopi ditanam. di Indonesia kita bisa menemukannya kopi arabica pada Kopi toraja, Kopi Mandailing dan mungkin ada juga di tempat lain. Antara Kopi Arabica yang satu dengan lainnya memiliki tingkat keasaman khas dan sangat bervariasi.

Profil Kopi arabika (Coffea arabica)

Tahun Spesies ditemukan 1753
Kromosom (2n) 44
Bunga berubah ke biji kopi matang 9 Bln
Biji kopi matang Jatuh
Musim berbunga                                              Setelah musim Hujan
Hasil panen (kg biji / ha) 1500-3000
Suhu optimal rata-rata tahunan 15-24° C
Curah hujan Obtimal 1500-2000 mm
Tumbuh di ketinggian 1000-2000 m
Hemileia vastatrix Rentan
Nematodes Rentan
Koleroga Noxia Rentan
Tracheomycosis Bertahan
Kandungan Kafein 0.8-1.4%
Bentuk biji kopi Bulat
Body Rata-rata 1.2%
Karakter rasa Cenderung Asam


Kopi Arabica (Coffea Arabica) Di Indonesia

Arabika atau Coffea arabica merupakan Spesies kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan manusia hingga sekarang. Produksi kopi ini di seluruh dunia diperkirakan mencapai 70 persen dari seluruh jenis kopi. Kawasan produksi kopi di Indonesia diperkirakan sekitar 1,3 juta hektar, tersebar dari Sumatra Utara, Jawa dan Sulawesi. Kopi Jenis Robusta umumnya dibudidayakan oleh para petani di Sumatra Selatan, Lampung, dan Jawa Timur, sedangkan Kopi Arabika umumnya ditanam petani kopi Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Bali dan Flores. Saat ini Kopi Arabika asli Indonesia mempunyai prospek cukup baik untuk memasuki kawasan Eropa khususnya Italia. Pada transaksi April 2011 harga kopi Robusta tercatat US$ 259 per ton, ini sangat jauh dibandingkan dengn harga rata-rata pada 2009 yaitu US$ 165 per ton. Demikian juga, harga kopi Arabika telah melampaui US$ 660 per ton. Beberapa varietas kopi arabika memang sedang banyak dikembangkan di Indonesia antara lain kopi arabica jenis Abesinia, arabika jenis Pasumah, Marago, Typica dan kopi arabica Congensis. Masing-masing varietas Kopi Arabica tersebut mempunyai fisik dan sifat agak berbeda satu sama lainnya. Provinsi Aceh dan Sumatra Utara adalah sentra kopi Arabika, walaupun produksinya masih berkisar 35 ribu ton setiap tahun. Jawa Timur adalah salah satu sentra produksi kopi Arabika yang juga cukup besar, dan akhir-akhir ini telah mengembangkan kopi Arabika karena dorongan permintaan pasar dunia cukup besar.


About the Author

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
View all posts by: BT9

0 komentar:

Back to top ↑
Connect with Us

    Popular Posts

© 2013 K O P I K U. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.